Seperti yang sering terjadi saat sebuah teknologi generasi berikutnya akan muncul, maka generasi produk sebelumnya secara bertahap menurun popularitasnya, hingga para produsen menyatakan kalau teknologi yang ada telah dihadapkan dengan rendahnya permintaan yang berdampak pada ketidak-mampuan dalam hal mengimbangi pertumbuhan persediaan yang ada. Begitulah kondisi yang tengah dihadapi para produsen DRAM Korea yang mengalami kesulitan menghilangkan pasokan DDR2-nya akhir-akhir ini. Maka dari itulah, para produsen DRAM yang sama kini telah mengadopsi strategi membundel cara yang lama dengan akan muai memasarkan perangkat memori DDR2 dengan DDR3 secara bersamaan.
Tahun 2009 yang lalu adalah tahun yang lambat bagi industri segmen semikonduktor yang khususnya paling terpengaruh. Di samping Samsung, Qualcomm dan Mediatek, semua produsen semikonduktor mengalami pendapatannya berkurang. Bahkan nyatanya, segmen chip memori yang salah satunya dalam performa terbaik di bawah kondisi resesi ekonomi.
Menurut data DRAMeXchange, pasaran chip memori DDR3 1GB yang berjalan pada 1333MHz dibandrol sebesar 3,08 USD (30.800 rupiah) terhitung tanggal 18 Januari 2010, dan ini tentunya mengalami peningkatan dibandingkan pada tanggal 8 januari 2010 yang harganya hanya sebesar 3,01 USD (30.100 rupiah). Secara paralel, rata-rata harga chip DDR2 1GByang berjalan pada 800MHz turun dibawah 2,50 USD (25000 rupiah). Seperti yang dilaporkan Digitimes, saat ini ada tawaran harga DDR3 yang hanya berselisih 25% dari harga DDR2 saja. Selain itu, rata-rata harga DDR2 2GB hanya sebesar 41 USD (41000 rupiah) selama paruh waktu pertama bulan Januari 2010 ini, dimana segmen pasaran memori DDR3 2GB naik sebesar 2-5% dengan rata-rata harga sebesar 41 USD (41000 rupiah).
Sementara menurut penelitian, ada titik di mana pemasaran DDR3 akan melebihi DDR2. Dengan adanya permintaan yang berkurang telah menyebabkan berkembang pesatnya persediaan DDR2. Meningkatnya permintaan telah menyebabkan kesulitan bagi para produsen DRAM saat dihadapkan munculnya pesanan DDR3. Bundel DDR3 dengan DDR2 dimaksudkan untuk menghindari pelebaran kesenjangan harga antar keduanya, dengan meminimalkan dampak yang disebabkan oleh kelebihan pasokan DDR2 dan kurangnya pasokan DDR3. Dan bahkan para distributor telah mengikuti dan menggunakan strategi penjualan bundel seperti ini sehingga diharapkan memori DDR2 akan dapat dipromosikan dengan baik nantinya.
dikutip dari : http://www.beritateknologi.com




0 komentar:
Posting Komentar